Cerpen Mimpi

MIMPI


Di salah satu ruangan rumah,terdapat seorang ibu dan anak yang sedang membicarakan tentang impian anaknya di masa depan.Anak itu bernama supa.

"Nak,apa impian mu?"ibu bertanya,
"Impian saya ingin menjadi psikolog,bu" jawabnya
"Mengapa kamu ingin menjadi psikolog?"
"Karena,aku ingin membantu anak-anak lain atau orang dewasa sekalipun,yang sedang memiliki kesehatan mental."jawab sang anak
"Mengapa kamu tidak menjadi seorang guru saja?" 
"Tidak,supa lebih cocok menjadi polwan"tiba-tiba seorang ayah datang dan mengikuti obrolan ibu dan anak tadi.
"Mengapa harus polwan?"tanya seorang istri kepada suaminya.
"Lihat lah badannya supa,dia tinggi dan memiliki badan seperti seorang polwan."

Supa hanya bisa terdiam dan kebingungan,karena merasa orang tuanya tidak mendukung impiannya.Orang tua supa lebih memilih hal yang lain.Haruskah dia mengikuti perkataan orang tuanya?tapi yang mana?

Keesokan harinya,diruangan kelas.Ada seorang guru yang meminta semua siswa mengisi impian di masa depan nanti.Supa kebingungan

"Aku harus mengisi apa?Haruskah aku mengikuti perkataan ibu kemarin?atau perkataan ayah?tapi aku sendiri memiliki impian,apa aku harus menulisnya?" 
(Kata Supa yang berbicara dengan diri nya sendiri)

Seorang guru menghampiri supa yang terlihat sangat kebingungan.

"Ada apa supa?mengapa kamu belum menulis impian kamu?"guru bertanya

"Saya bingung Bu,ibu saya meminta saya untuk menjadi seorang guru,tetapi ayah saya meminta untuk menjadi polwan."jawabnya

"Bagaimana dengan impian kamu sendiri?"
"Saya ingin menjadi psikolog,tetapi sepertinya orang tua saya tidak menyukainya,Bu."

"Supa,setiap orang memiliki hak masing-masing untuk memiliki impian.Apakah kamu ingin menyerah begitu saja kepada impianmu?"

"Tentu tidak,apa yang harus saya lakukan?saya benar benar kebingungan,Bu."

"Bagaimana kalau kamu mencoba berbicara kepada orang tua dengan apa yang kamu rasakan sekarang."ibu guru menyarankan.

"Baik, bu.saya akan mencoba membicarakan nya sepulang sekolah nanti.Apa boleh untuk sekarang saya tidak mengisi impian saya terlebih dahulu Bu?saya ingin berbicara dengan orang tua saya dulu."
"Iya, boleh."

Ketika dirumah,dengan ruangan yang sama.ada seorang ibu dan ayah sedang mengobrol.

"Ibu,Ayah.aku ingin mengatakan sesuatu,boleh?"supa yang tiba tiba ikut menimbrung.

"Boleh,sini" ucap seorang ibu.

"Ibu,ayah.Di sekolah kami di minta untuk menuliskan impian para siswanya.saya kebingungan untuk menjawabnya,karena sepertinya ibu dan ayah tidak menyukai impian saya yang ingin menjadi psikolog.Ibu menyuruh saya untuk menjadi guru.Ayah menyuruh saya menjadi seorang polwan.saya tidak mempunyai niat untuk menjadi guru ataupun polwan ibu,ayah.Ibu guru bilang bahwa semua orang memiliki hak untuk mempunyai impian.Jadi apa yang harus saya pilih?"

"Maafkan kami nak,karena kami memutuskan pilihan kami untuk kamu yang memiliki impian sendiri.Kejarlah impian kamu sendiri.Ayah yakin kamu pasti bisa.Setiap orang memiliki hal yang disukainya masing masing,begitu juga dengan bakatnya masing masing.Kami sebagai orang tua harusnya mendukung kamu."ucap seorang ayah

"Iya,betul.ibu sangat menyesali perkataan ibu kemarin,maafkan ibu,nak." Tambah ibu

"Tidak apa-apa ibu,ayah.Saya benar benar senang sekarang,terimakasih atas dukungannya."

Komentar

Posting Komentar